Bus Listrik Medan

MEDAN — Bus Listrik Medan kini menjadi salah satu moda transportasi publik andalan di Kota Medan. Mengusung konsep transportasi ramah lingkungan, layanan ini tidak hanya menawarkan armada modern, tetapi juga didukung sistem pembayaran nontunai dan pemantauan armada secara real-time.

5 Koridor Utama Bus Listrik Medan

Hingga 2026, layanan Bus Listrik Medan melayani lima koridor utama yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Kelima koridor tersebut meliputi:

Skema Tarif dan Metode Pembayaran

Dari sisi tarif, penumpang dikenakan biaya Rp5.000 untuk sekali perjalanan. Sementara itu, pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas mendapatkan tarif khusus sebesar Rp3.000, sedangkan balita tidak dikenakan biaya.

Sistem tarif menggunakan skema flat fare, sehingga penumpang cukup membayar satu kali untuk satu perjalanan, termasuk ketika melakukan perpindahan koridor pada halte yang telah ditentukan.

Seluruh transaksi dilakukan secara nontunai (cashless). Penumpang dapat menggunakan berbagai kartu uang elektronik seperti Mandiri e-Money, BCA Flazz, BNI TapCash, dan BRI Brizzi. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan menggunakan QRIS melalui dompet digital pilihan.

Spesifikasi Armada dan Jam Operasional

Untuk menunjang operasional, Pemerintah Kota Medan mengoperasikan sekitar 60 unit bus listrik. Setiap armada memiliki kapasitas hingga 52 penumpang, terdiri atas 24 kursi reguler, 4 kursi prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, serta ruang berdiri yang mampu menampung sekitar 24 penumpang. Demi meningkatkan keamanan, setiap bus juga dilengkapi hingga 12 kamera CCTV.

Layanan Bus Listrik Medan beroperasi setiap hari mulai sekitar pukul 05.30 hingga 22.15 WIB, dengan interval kedatangan (headway) berkisar 10–15 menit pada jam operasional normal. Kehadiran jadwal yang relatif konsisten diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Pelacakan Real-time & Pengembangan ke Depan

Salah satu keunggulan layanan ini adalah tersedianya sistem pelacakan armada secara real-time. Melalui aplikasi maupun situs resmi, masyarakat dapat memantau posisi bus, mencari halte terdekat, melihat rute perjalanan, hingga memperkirakan waktu kedatangan armada secara langsung.

Ke depan, pengembangan transportasi publik berbasis listrik di Sumatera Utara juga akan diperluas melalui proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Proyek tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas transportasi di kawasan metropolitan sekaligus mendukung penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Kembali ke Berita